Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Pada Intoksikasi Pestisida Terhadap Kemampuan Penanganan Keracunan Pada Petani Di Desa Sukosari

Penulis

  • M Ikram mubarak Universitas Muhammadiyah Jember
  • Mohammad Ali Hamid Universitas Muhammadiyah Jember
  • Luh Titi Handayani Universitas Muhammadiyah Jember

Abstrak

Keracunan pestisida masih menjadi masalah kesehatan yang sering dialami petani akibat penggunaan pestisida yang tidak sesuai prosedur dan rendahnya kemampuan penanganan awal saat terjadi intoksikasi. Edukasi pertolongan pertama diperlukan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengenali dan menangani kasus keracunan pestisida secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi pertolongan pertama pada intoksikasi pestisida terhadap kemampuan penanganan keracunan pada petani di Desa Sukosari. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi kemampuan. Intervensi diberikan dalam bentuk edukasi pertolongan pertama melalui penyuluhan dan simulasi praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar petani memiliki kemampuan penanganan keracunan pada kategori kurang hingga cukup, sedangkan setelah intervensi mayoritas berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p < 0,001, yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan penanganan keracunan yang signifikan setelah pemberian edukasi. Dengan demikian, edukasi pertolongan pertama pada intoksikasi pestisida terdapat rpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan petani dalam menangani kasus keracunan pestisida

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anggraini, A. A., Rahma, N. W., & Maghfiroh, I. L. (2024). Gambaran Pengetahuan Tentang Pertolongan Pertama Keracunan Pestisida Pada Kelompok Tani di Desa Sidomukti Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. 1.

Damayanti, E., Akbar, M. F., Anggraini, T., & Agung, D. J. (2025). Intervensi Edukatif Untuk Mencegah Keracunan Pestisida Pada Kuminitas Petani di Desa Jati Agung, Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. 10, 166–170.

Gusti, A., Yolla, P., Wijayantono, Nur, E., & Zicof, E. (2023). HUBUNGAN PERILAKU DENGAN GEJALA KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI PENYEMPROT DI PT. ANAM KOTO PASAMAN BARAT TAHUN 2022. 1(2), 37–47.

Halisa, S. N., Ningrum, P. T., & Moelyaningrum, A. D. (2022). Analisis Pajanan Organofosfat Terhadap Kadar Kolinesterase Pada Petani Sayuran Kubis di Desa Tanjung Rejo Kabupaten Jember. 21(2), 144–151.

Indriani, E., Karo, B., Nasution, D. L., & Kaban, F. O. (2023). Implementasi Perilaku “ MEGERMET ” dan Pelatihan Pertolongan Pertama Keracunan Akut Pestisida pada Perempuan Tani di Desa Semangat. 8(1), 59–65.

Kurniawati, E., Suroso, & Subakir. (2023). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Keracunan Pestisida Pada Petani Sayur Di Kelurahan Bakung Jaya Kota Jambi. 14, 649–664.

Muslim, A., & Khoiriyah, Y. N. (2024). Penyuluhan dan Edukasi Antidotum Keracunan Pestisida. 5(2), 1879–1884.

Ngara, D. D., Purimahua, S. L., Ruliati, L. P., Umbu, A., & Roga. (2025). Faktor Risiko Kejadian Keracunan Pestisisida Pada Petani di Desa Baliloku, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat. 9(April), 2020–2029.

Pratama, D. A., Setiani, O., & Darundiati, Y. H. (2021). Studi Literatur : Pengaruh Paparan Pestisida Terhadap Gangguan Kesehatan Petani. Jurnal Riset Kesehatan, 13(1), 160–171. https://juriskes.com/index.php/jrk/article/view/1840%0Ahttps://juriskes.com/index.php/jrk/article/download/1840/463

Purba, I. G., Trisnaini, I., & Razak, R. (2023). Keluhan Kesehatan Subjektif Akibat Pajanan Pestisida pada Petani Palawijaya di Kecamatan Dempo Utara Pagar Alam. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(3), 282–293. https://doi.org/10.14710/jkli.22.3.282-293

Rismayanti, H., Syam, N., & Ikhtiar, M. (2025). Pengaruh Penggunaan Pestisida Terhadap Kadar Cholinesterase dan Kadar Hemoglobin Pada Petani Sawah di Kelurahan Pammanu. 6(2), 305–315.

Rudyarti, E., Farhan, M., Santosa, D., Octavia, D. J., & Amri, Y. (2021). Efektivitas pendampingan petani dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di desa sukaindah kecamatan sukakarya. 5, 206–213.

Savitri, A. I., Handayani, R. N., & Wibowo, T. H. (2024). Edukasi Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K): Balut Luka Desa Ledug Purwokerto. 2(9), 359–364.

Sofiana, K. D. (2022). Analisis Penggunaan Jumlah Bahan Aktif Pestisida dan Banyaknya Keluhan Masalah Kesehatan pada Petani di Wilayah Agroindustri Jember. 23(1), 140–146.

Syam, N., Arfah, A. I., Hamzah, W., Kartika, I. D., Fjj, A. R., Manggala, K., Makassar, K., & Selatan, S. (2024). Edukasi Pencegahan dan Detoksifikasi Pajanan Pestisida pada Petani Melalui Suplementasi Mikronutrien di Desa Borisallo, Kec. Parangloe, Kab. Gowa. 2(3).

Tenriola, A., Kessi, F., Maharja, R., Tenriola, A., Kessi, F., Maharja, R., Dan, H., & Kerja, K. (2023). Perilaku Petani Terkait Alat Pelindung Diri (APD) Dalam Penggunaan Pestisida Di Desa Bonto Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang. 80–90.

Diterbitkan

2026-07-07

Cara Mengutip

mubarak, M. I., Hamid, M. A., & Handayani, L. T. (2026). Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Pada Intoksikasi Pestisida Terhadap Kemampuan Penanganan Keracunan Pada Petani Di Desa Sukosari. National Multidisciplinary Sciences , 5(1), 17–23. Diambil dari http://proceeding.unmuhjember.ac.id/index.php/nms/article/view/849